Minggu, 03 Juli 2016
Kamis, 16 Juni 2016
BERPUASALAH SEPERTI ULAT, JANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR
BERPUASALAH
SEPERTI ULAT, JANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR
Kewajiban puasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada manusia saja.
Beberapa jenis makhluk hidup melakukan puasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya. Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.
Di antara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa
kita mencapai derajat takwa, ialah puasanya ULAR
dan puasanya ULAT.
A. PUASA ULAR
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
Hikmahnya:
1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
B. PUASA ULAT
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.
Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.
Hikmahnya:
1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.
A. PUASA ULAR
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
Hikmahnya:
1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
B. PUASA ULAT
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.
Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.
Hikmahnya:
1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.
Kesimpulan:
Semoga ibadah puasa kita mampu menghijrahkan diri
kita agar semakin takwa dan mampu khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik
manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).
Selamat menjalankan ibadah puasa,Semoga kita mendapatkan Rahmah Maghfirah dan Ridho Allah..
أمين يارب العالمين....
Selamat menjalankan ibadah puasa,Semoga kita mendapatkan Rahmah Maghfirah dan Ridho Allah..
أمين يارب العالمين....
Repost by :@AhmadZamzamZM
Sabtu, 11 Juni 2016
Bukber With Hamanis
Sehabis
pulang dari acara talkshow inpiratatif saya tidak langsung istirahat tetapi
saya langsung berangkat kembali untuk menuju rumahnya Abang Hamanis karena
dirumah beliau diadakan syukuran bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Akhirnya
sampai rumah pun saya hanya berganti baju dan melaksanakan shalat dan setelah
itu sya berangkat. Saya berangkatjam 12.40 sementara saya janjia dengan
teman-teman jam 13.00 di UIKA. Akhirnya saya pun telat dan tiba disana sekitar
pukul 14.00 karena saat itu perjalanannya macet. Ketika saya sudah sampai
ternyata mobilnya pun belum datang, saya berfikir saat itu mobil sudah datang
tetapi alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk bersilaturahim ke rumah
Abang Hamanis. Tepat pukul 14.30 akhirnya mobil pun datang dan kita pun segera
berangkat, selama perjalanan di tol tak mengalami kemacetan yang parah. Sekitar
pukul 15.30 kita sampai dirumah Abang Hamanis setelah sampai pun ibunda dari
Abang Hamanis menyambut kedatangan kami dan kami pun langsung melaksanakan
shalat ashar.
Singkat
cerita sekitar pukul 16.00 acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-quran dan
siraman rohani yang disampaikan oleh Abah nya Abang Hamanis. Beliau saat itu
menyampaikan tentang Spiritual dan inilah yang dapat saya simpulkan dari
ceramah yang beliau sampaikan.
Apabila
spiritual bagus maka hidup akan indah dan tentram, kita pun tak akan merasakan
yang namanya dilema.
Spiritual
terdapat didalam ihsan. Dan ihsan itu sendiri adalah sesuatu yang harus kita
dapatkan.
Spiritual
yaitu bagaimana hubungan kita dengan Allah.
Hati
yang bertakwa adalah hal yang paling lebih indah dari surga dan isinya.
Surga
: Syahwat
Hati
yang bertakwa : ma’rifat
“jika
hati kita on dengan Allah maka Allah akan selalu mendengar dan akan nyambung
dengan Allah.”
Hati
adalah tempatnya ma’rifat kepada Allah.
Jika
hati sudah berma’rifat kepada Allah maka itu adalah hamba Allah yang sejati
Mungkin
hanya itu yang dapat saya tulis disini kurang lebihnya saya mohon maaf. Jika ada
kesalahan penulisan atau perkataan yang kurang sopan ssya haturkan maaf yang
sebesar-besarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
